Ciri Penulis Puisi

Ciri-ciri penulis puisi

Sebelumnya saya mengucapkan maaf beribu kali maaf jika tulisan saya ini menyindir kalian yang “merasa” terdzolimi. Rasanya plong, jika saya minta maaf duluan. Karena saya mungkin yakin banyak diantara kalian yang akan merasa tersindir dengan ciri-ciri yang saya dapati setelah melakukan pengamatan yang tidak disengaja. Langsung saja, jangan bertele-tele.

Ciri-ciri penulis puisi:

  • Berbadan langsing alias kurang berisi

Ini pengalaman pribadi ketika saya mengamati penulis puisi yang rata-rata berjenis kelamin pria. Hampir 80% penulis puisi dari 30 orang yang saya amati berbadan kurus. Ini mungkin karena faktor khayalan tingkat tinggi mereka yang merangkai kata-kata disaat bulan purnama muncul, alias tengah malam. Para penulis puisi seringkali menulis puisinya dimalam hari. Jika anda tidak percaya, silahkan lihat foto atau lukisan para penyair puisi yang dilukis pelukis handal. Pasti mereka selalu melukis dengan latar belakang suasana malam. Entah kenapa para penulis puisi sering berkhayal malam. Mungkin menurut saya mereka lebih senang ketika menulis dihadapan sang bulan dan bintang. Hahahahha. Entahlah, yang pasti para penulis puisi rata-rata berbadan slim.

  • Curhat dengan karya puisinya

Penulis puisi rata-rata melahirkan karya puisi berdasarkan pengalaman dan berdasarkan imajinasi khayalannya sendiri. Mereka juga lebih cendrung untuk menyampaikan maksud dengan per-andaian. Majas juga sudah menjadi mainan bagi mereka penulis puisi. Tak jarang juga penulis puisi curhat dan tega “memperkosa” puisinya sendiri untuk melahirkan buah hati pemikiran penulis puisi tersebut. curhat menjadi cara agar media penyalur hasrat lewat kata yang selalu jadi senjata mereka. Penulis puisi umumnya tidak suka curhat dengan manusia lewat pembicaraan. Namun lewat tulisan berupa puisi.

  • Senang jika karyanya “dihargai”

Kalau para penulis puisi tidak masuk kategori poin ketiga ini. Maka saya dapat menilai bahwa dia bukan penulis puisi masa kini. Penulis puisi sangat senang jika karyanya “dihargai” baik lewat argument, bahkan sebagian penulis puisi merasa kalau puisinya bisa jadi warisan untuk masa mendatang dengan dihargai oleh anak cucunya di masa depan. Para penulis puisi dihargai melalui karyanya, bukan dihargai dari jabatan apalagi rupanya.

  • Penulis puisi susah diatur

Ya, ini mungkin disebabkan oleh arah fikirannya yang selalu beda dengan realitas. Disuruh membeli bunga, penulis puisi akan membeli benihnya. Disuruh tidur, penulis puisi memilih berkarya. Disuruh bicara, penulis puisi memilih menata bahasa.

Kalau kalian tidak paham dengan tulisan saya ini, silahkan minum dulu. Itulah sebagian ciri-ciri yang saya ketahui.

Bagaimana dengan kalian?,

Ada yang kurang pas?,

kurang puas?.

Intinya saya sudah minta maaf. Sekian.😀

Medan, 16 oktober 2018

Faisal fm

Iklan

15 tanggapan untuk “Ciri Penulis Puisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s