poetry

Indonesian

Poetry | Heroes (remembering when looking at paper money)

Near the ranks of the japanese army and his fleet come and go,

Found the village boy who ran a small trot.

Carrying a tent with a small violin box, without fear of dying

Looked violin bound on the shoulders, born from the giving of Dutch soldiers.

He played the music as though he did not think danger,

Loudly he flatter the names of the heroes

Those who look, just think the child is just a funny joke

Sitting beside him a raden from Java

Listen to what is played

Waiting for the end of the death chorus to end

Which was delivered by an angel’s accomplice

Eyes raden glance lyrical about the ranks of japan

Set up a crackdown on a man who would steal an inch of his country’s land

An extraordinary scenario between the hero’s son and his father.

Take a role in the middle of a situation where the blood will be poured out.

Until the fatigue feels waiting

Until the reinforcements will come

They are ready to approach the tomb

His Majesty is his service, ground-based to the air

Medan, 25 July 2017

Faisal fahmi marpaung

dewa dewi musik

Nama dewa dewi musik zaman yunani

Di masa mistis (sebelum 1100 SM), yunani sebagai bangsa kuno menganggap bahwa seni itu berasal dari para dewa dan dewi. Dewa pelindung kesenian dimasa itu bernama Apollo, ia juga menjadi contoh semangat dari para dewi seni suara (dijuluki Musagetes). Musik dahulunya, merupakan kesenian utama bagi para musa (dewi musik) yang dapat membuat irama dan birama untuk mengatur ketetapan waktu dalam memainkan karya seni mereka. Yang mengherankan lagi, tidak adanya dewi pelindung seni pahat, arsitektur, lukis dan plastis. Namun, puisi dan tari digolongkan dalam seni musik oleh bangsa yunani.



Disini saya mengutip Nama-nama kesembilan dewi musik itu dari buku sejarah:


Kalliope yang merupakan dewi seni sastra dan syair, menurut buku yang saya baca, kalliope adalah pasangan Apollo


  • Klio adalah dewi sejarah seni


  • Erato yang merupakan dewi sastra yang erotis


  • Euterpe dibidang sastra liris


  • Thalia adalah dewi lawak (jenaka)


  • Melpomene dewi drama sedih


  • Terpsichore merupakan dewi seni tari


  • Polyhymnia dewi seni musik


  • Urania adalah dewi ilmu seniman bintang (populer)



Dewi seni memiliki pemimpin yang bernama Dyonisos, dewa yang membawa seni dengan unsur musik mengerikan, dengan suara musik berisik dan melengking. Suku bacchant menggunakan musik seperti ini untuk memasuki wilayah hutan. Ada juga Orpheus (dianggap sebagai anak Apollo dalam sejarah musik)  yang dapat menjinakkan binatang dengan permainan dawai (lyra berdawai empat) dan nyanyiannya.



Dahulunya, Jamuan pesta dari para dewa dewi di zaman yunani kuno dimeriahkan dengan permainan alat musik dawai yang dimainkan langsung oleh Apollo, paduan suara dari para musa dan tarian dari charitan dan horen.  


Note: sejarah masih panjang, beda buku maka beda juga sejarahnya.


Sedikit kutipan, medan 24 juli 2017

Faisal fahmi marpaung

​Filsafat musik | Pandangan Clive Bell pada kritikus musik

Filsafat musik | Pandangan Clive Bell pada kritikus musik 

Clive Bell termasuk filsuf seni yang ikut menyumbangkan pemikirannya pada musik. Dalam sebuah karya musik, pendengar dan kritikus adalah sosok yang selalu hadir untuk mengambil peran. Kritikus sering melihat estetika yang ditimbulkan dari sebuah karya musik. Kritikus tidak hanya menjadi pendengar semata.  Menurut Clive Bell, kritikus yang baik adalah kritikus yang mampu membuat karya seni yang ‘bisu’ menjadi sebuah karya yang mampu membangkitkan emosi estetik bagi pendengarnya.  Sebagai seorang kritikus musik, peran ganda ini efektif untuk menghasilkan musik yang dapat dipertanggung jawabkan.

Bagi Bell, seni musik itu merupakan seni yang ideal. musik itu merupakan seni yang bermakna dalam kodratnya. Seni bermakna merupakan seni yang tidak mempunyai hubungan dengan tiruan (mimesis).

Clive bell sangat menjunjung tinggi seni musik, mengapa?. Jawabannya karena musik merupakan seni murni, karena material bunyi tidak meniru kenyataan hidup, dan bentuk utuhnya tidak menyarankan semua hal yang bersifat dunia. Masih kurang paham?, saya juga. (bukunya tebel) hehehe

Kisaran 22 juli 2017. Faisal fahmi marpaung

katharsis pada musik (pandangan filsafat Aristoteles) 

Mencari efek katharsis musik (pandangan filsafat Aristoteles)


Kajian filsafat musik yang saya kupas ini mengenai katharsis yang merupakan pandangan pokok dari filsuf Aristoteles. katharsis diturunkan dari kata yunani, “katharos” yang artinya murni. Berarti kata katharsis dapat diartikan pemurnian. Pemurnian disini bukan untuk memurnikan dengan arti kata  seperti memurnikan air agar jernih. namun pemurnian yang dapat membawa pengaruh dan perubahan batin bagi pendengar musik. 


Menurut Aristoteles, berhasil tidaknya sebuah pementasan seni, dapat diukur dari tingkat katharsis yang terjadi. Nah, sekarang kita membahas di arena musik, bukan arena tinju yang langsung terasa lebamnya. Dalam sebuah karya musik, katharsis merupakan efek yang timbul untuk pecinta musik  setelah dia mendengar, baik di konser musik, maupun mendengar file mp3 digadget. katharsis sesuatu yang tidak terduga, artinya: seolah-olah segala masalah kita hilang begitu saja ketika mendengar musik, katakanlah mendengar musik dangdut koplo. Ketika mendengar ataupun menonton konser musik kita seakan hanyut kedalam musik dan melupakan beban fikiran. Padahal saat kita mendengar musik, kita dalam keadaan putus cinta.

Dalam sebuah konser simfoni, penonton yang berwatak preman bisa saja menjadi pribadi yang keibuan  ketika keluar dari konser karena pengaruh mendengar musik Johan Sebastian Bach, air (udara). bahkan ada juga anak metal yang baru diselingkuhi pacarnya menonton musik underground, wah kebayang efek timbul setelah pulang nonton konser, alih-alih pacarnya ketemu di pintu keluar konser.  katharsis sangat sering terjadi. Nah, musisi lebih banyak dikenal jika karya musiknya membawa semacam refleksi bagi pendengar.  Contoh diatas hanya menjelaskan agar ringan dipahami.

Teori katharsis Aristoteles ini sangat mempengaruhi filsafat seni. katharsis  diharapkan terjadi dalam diri penonton yang menjadi pemahaman sebagai pembebasan dari batin yang menderita. Dengan kata lain akan muncul makna “teraupetik”( penyembuhan untuk orang “sakit”), bahkan pengaruh Katharsis bisa menjadi semacam pencerahan bagi orang yang mendengar karya musik dari komponis yang dia idolakan. 

Komponis harus cerdas dalam membuat karya musik, agar musiknya membawa pengaruh yang baik bagi pendengar, bisa jadi ada pertobatan seorang pereman ketika mendengar lagu “tombo ati” karya opick, kita yang tidak tahu karena pengaruh ini datang secara individual.  (kisaran, 21 juli 2017. faisal fahmi marpaung).

Batasan musik dan filsafat

Batasan musik dan pengaruh cara pandang filsafat
Soal batasan dalam musik ini hanyalah pandangan sementara yang dapat berubah. Penjelasan selalu dibutuhkan di lingkungan kaum elit terpelajar. Kebenaran mengenai batasan tersebut akan muncul kalau sudah terjelaskan. Seperti batasan bahwa musik itu haram dari sudut yang berbeda, musik tidak bisa disalahkan sepenuhnya. Manusia sendiri yang terpengaruh dengan musik yang tidak bisa menyaringnya dengan baik. Sebagian dari Kita juga menganggap pengamen itu rendah meminta uang melalui musik, pengamen menjual sesuatu yang indah, yaitu musik. Namun, mengapa kita selalu memandang rendah mereka.

Musik tidak haram jika tidak bertentangan dengan nilai agama. musik itu bebas, penggolongan haram tidaknya musik itu hanya bagi seseorang yang membenci seni karena pernah mengalami hal yang bersangkutan dengan dosa. Agama itu indah dan tidak membatasi dengan sesuatu yang indah selagi tidak merugikan yang bersangkutan.

Beberapa orang mungkin tidak pernah peduli dengan batasan musik, mereka sering mengawinkan musik dengan kebebasan. Bagi mereka, musik hanya berupa harmoni suara yang didengar, setelah itu habis pokok persoalan.

Filsuf Nietzche mengatakan: ‘ hanya yang tidak memiliki sejarah yang dapat diberi batasan’. Musik memiliki sejarah dan perkembangannya sendiri, dengan demikian maka sulit diberi batasan bagi musik. Perkara ini memang sering diperdebatkan. 

Hongaria memberikan batasan dan dasar pada pendidikan musiknya kepada filosofi Kodaly “mulai dari anak-anak dan mulai dari lagu daerah” sehingga anak yang didik tidak akan tuli dengan musik daerahnya. Slamet Abdul Sjukur komponis Indonesia yang mendapat segudang prestasi luar dan dalam negeri. Sas (singkatan Slamet Abdul Sjukur) berhasil mendapat penghargaan piringan emas di prancis. Beliau menggarap angklung yang keadaanya sudah pecah pecah milik kedutaan, karya beliau dimainkan oleh anak-anak Indonesia yang berada di prancis. Hal demikian yang membuat musik bagi sas tidak memiliki batasan, walaupun kondisi alat musik yang tidak layak.

Batasan musik berbeda beda karena dasar karakteristik manusia pun tidak sama. Musisi tinggal memilih filosofi yang dia setujui berdasarkan alasannya. Musik masalah selera yang sulit menemui titik terang dalam perdebatan, begitu juga masalah selera fikiran. Freud :menyebutnya hasrat bawah sadar manusia yang diekspresikan. Ini karena musik adalah persoalan nilai dan penilaian. Seperti karya Bach sonata no 1 untuk biola, jika dimainkan keseluruhan maka timbul nilai yang berbeda ketika hanya memainkan bach sonata no 1 presto. Semua yang bersejarah seperti musik sulit diberi batasan karena terus berkembang sama seperti manusia yang kaya akan ‘nilai’. (kisaran, 20 juli 2017. faisal fahmi marpaung)

Penafsiran material musik. (filsafat) 

Penafsiran material musik.

Sebuah musik quartet gesek no: 14 karya Mozart  diputar didepan masyarakat  pedesaan, beberapa masyarakat mungkin bisa menerima karya musik Mozart tersebut, namun jika karya Mozart diputar di eropa, maka sebagian besar dari mereka yang mendengarkan mungkin sudah tidak asing dengan musik karya mozart. Masyarakat pedesaan di Indonesia mungkin tidak menggolongkan musik itu bertema sedih ataupun gembira. Masyarakat umum pasti tahu bahwa yang mereka dengar itu ialah musik, namun kebanyakan dari mereka banyak yang tidak betah mendengar musik Mozart tersebut.


Penafsiran musik berbeda antara tempat yang satu dan lainnya. Dari mana asal musik itu, dimana komponis itu tinggal sangat berpengaruh terhadap gaya musik. Bukan hanya itu, zaman komponis itu hidup juga berpengaruh terhadap karya yang dihasilkannya. sebuah karya musik dianggap indah di zamannya, tapi apakah letak keindahan musik itu akan sama jika diperdengarkan di zaman modern dimana musik lebih berkembang. Material musik dari zaman ke zaman pasti berubah, material musik memang berupa bunyi, namun warna/timbre pastilah berbeda.


Musik yang dihasilkan di cina pastilah berbeda dengan musik yang lahir dari tanah jawa.  Timbul pertanyaan , apakah musik akan mengikuti perubahan tempat dan waktu? Jawabanya bisa tidak, bisa juga iya. musik dimanapun, dan kapanpun hanya mendasarkan diri pada material bunyi. Sebuah karya musik akan disebut seni jika memunculkan nilai lebih. Seperti alat musik angklung jika dimainkan Mozart di zamannya , mungkin bisa menghasilkan karya besar , bayangkan symphony dari Mozart dimainkan dengan alat musik angklung  . nilai dan kesan yang timbul akan berbeda pula.


Inilah mengapa musisi penting mempelajari penafsiran nilai musiknya sesuai bidang dan alirannya. Dari pengetahuan ini diharapkan lahirnya komponis yang lebih mampu menciptakan nilai-nilai baru dari karya musik yang diciptakan . nilai nilai dalam musik akan terus berubah, ini karena karakteristik kejiwaan setiap musisi berbeda dari waktu kewaktu, hal ini pasti berdampak pada karya musik yang diciptakannya.  musik itu universal. Musik yang diciptakan dengan dasar yang kokoh mungkin akan abadi. (kisaran, 19 juli 2017. Faisal fahmi marpaung) 

Pokok filsafat musik

Pokok persoalan filsafat musik

Banyak penikmat musik dan yang berprofesi sebagai musisi sering menghadapi persoalan yang timbul dibelakang hari menyangkut musik,  sebuah persoalan bisa saja datang setelah karya musiknya lahir. Berbagai macam persoalan itu harus ditanggapi dan ditelaah oleh orang yang bersangkutan sesuai landasan yang digunakan, apakah itu masalah bagi penikmat musik, atau musisi itu sendiri. Karya musik tidak lahir begitu saja, ada sebuah proses yang panjang untuk melahirkan karya tersebut. Semua persoalan yang datang bisa dihadapi dengan beberapa pokok pembahasan yang di adopsi dari pemikiran filsafat, salah satunya:

Karya musik
Pokok persoalan dari karya musik selalu terindra dan dialami sendiri oleh manusia. Jika karya musik tidak ada, maka tidak akan muncul persoalan-persoalan. Musik terwujud berdasarkan indra pendengaran, persoalan datang dari karya musik biasanya yang timbul adalah peniruan kenyataan (mimesis). Debat persoalan peniruan karya musik sering kali tidak mencapai titik akhir. Persoalan ini menyangkut dengan subjek musik dan objek musik.

Karya musik juga sering mempermasalahkan isi musik dan bentuk musik secara menyeluruh oleh kritikus musik. 

Pencipta musik/musisi
Pencipta musik/ musisi merupakan orang yang sangat bijak dalam berkreatifitas. Perdebatan yang muncul terkait dengan masalah style musisi, gaya musiknya, dan karakter musisi itu sendiri. Seorang musisi sering menghadapi pertanyaan serius tentang karya musiknya dengan persoalan keorisinilan, keunikan, keotentikan, dan karakter karya musik. Keseluruhannya itu sering diperdebatkan untuk seorang musisi besar.

Penikmat musik
Musik bukanlah hanya berkaitan dengan suara yang dihasilkan, tapi musik juga memiliki peran social untuk berkomunikasi dengan penikmatnya. Sebuah karya musik lebih banyak diakui dan disebut karya seni  oleh pendengar ketimbang musisinya. Musisi diakui, dikenal, karena pengakuan dari masyarakat luas yang menyebabkan karya musik  mereka diakui. Musik itu public, jadi masalah social masyarakat yang mendengar musik adalah masalah seni juga, apakah mereka suka atau tidak, sesuatu yang relative tentunya. Ada kalangan yang menerima karya musik dan ada kalangan yang tidak. Inilah masalah yang menuntut musisi berfikir kreatif bukan berdasarkan ego.

Konteks musik
Konteks musik maka kita berbicara zaman, dizaman apa kita sedang berada? Apakah zaman renaissance, yunani, atau zaman lainnya. Tentu tidak, kita hidup dengan konteks musik yang sekarang, tanpa melupakan konteks musik yang dahulu. Persoalan semakin membelit ketika banyaknya masyarakat yang berbudaya namun membedakan golongan. Pemahaman konteks musik akan semakin luas. Sebagian   musik mungkin disukai sebuah kelompok, tetapi dikelompok lain tidak menyukai musik itu sama sekali.  Persoalan musik merupakan pengaruh nilai dasar budaya mereka. Kita tidak memaksakan kehendak. Musisilah yang harus kreatif bagaimana mencuri hati mereka dengan karya musik. 
 

Nilai-nilai musik
Nilai musik disejajarkan dengan etika dan logika. musik harus bersifat penting dan kontekstual dengan  kualitas yang amat pribadi bagi musisi. Nilai musik adalah sesuatu yang sangat istimewa bagi seorang musisi. Musisi pastilah menanamkan nilai-nilai pada musik. Nilai apa itu?, tentunya nilai yang dianut musisi tersebut, karena kandungan nilai seseorang pastilah berbeda.

Pengalaman musik
Pengalaman musik bukan sekedar jam terbang yang tinggi bagi musisi, tapi pengalaman indera, emosi, intuisi. Pengalaman musik berproses dengan jalannya waktu, semakin lama musik itu hadir, maka semakin baik cara kita mengenal lebih dalam. Jika kita masuk kedalam pengalaman musik dengan jangka waktu yang lama, maka kita akan masuk lebih dalam kepada pengalaman musik yang tidak ada habisnya, idris sardi pemain biola Indonesia yang sudah bermain biola 60 tahun lamanya. Bukan hanya musik yang dia dapat, tapi juga kepercayaan yang dianut mengenai musik pasti lebih dalam.
Inilah aspek yang sering mengalami masalah dalam musik. Semua aspek ini sangat bertalian satu sama lain, tidak hanya sekedar sampai pembahasan tertentu kemudian habis. Musik luas dan tidak ada habisnya seperti makrokosmos dan galaxy ini. (kisaran, 19 juli 2017. faisal fahmi marpaung).