Cermati Pengaruh Tulisanmu!

🌟 stars, dalam bahasa Indonesia disebut bintang. Tombol bintang yang ada pada fitur wordpress pada umumnya sama saja seperti fitur like pada facebook. Memberi bintang berarti memberi apresiasi pada seseorang yang telah menerbitkan tulisannya. Terlepas dari dibaca atau tidak dibacanya tulisan tersebut, memberi bintang berarti memberi jejak di postingan orang lain yang secara tidak langsung menerangkan bahwa sipemberi bintang sudah melihat postingan anda diterbitkan dan muncul di dashboard, walaupun hanya sekedar melirik judul tulisan, sipemberi bintang sudah turut berupaya untuk “menghargai” tulisan anda.

Comment, di negara Indonesia disebut komentar. Berani menulis berarti berani juga untuk mendengar kritik dan saran di kolom komentar walau terkadang gak nyambong hehehehe. Hal ini tidak berlaku bagi penulis yang me-nonaktifkan komentar. Kalau sudah berkomentar berarti 80% sampai 100% tulisan anda sudah dibaca, tingkat apresiasi pada tulisan anda terbilang baik bila mendapatkan komentar subjektif dari para pembaca.

Bagaimana jika tulisan anda tidak dibaca, dikomentari, dan diberi “bintang jasa”?

Jawabannya ; masa bodoh!!!

Salam

Faisal fm😇

Iklan

Siapakah yang perlu meneliti?

Dulu, kalau kita mendengar kata “penelitian”, maka secara tidak langsung kita tentu memikirkan tentang kegiatan yang berkaitan dengan laboratorium. Seperti kegiatan professor dengan kepala botaknya, labu didih yang berasap seperti di film-film hollywood, atau alat yang lain dengan metode yang serba rumit, kita mengira bahwa penelitian itu hanyalah monopoli para ahli saja, nyatanya tidak.

Memang, ada betulnya jugak sii. Professor botak memang melakukan penelitian dan laboratorium memang tempat penelitian. Tapi, penelitian bukan hanya mencakup tentang ruang dan profesi orang yang dianggap pintar saja. Penelitian dapat dilakukan siapa saja dan seluruh bidang apapun itu namanya.

Banyak orang mulai dari yang tak bersekolah sampai yang kebanyakan sekolah beranggapan bahwa meneliti itu adalah tugas seorang professor, doktor, ilmuan, atau para ahli. Sangat disayangkan apabila anggapan semacam ini merembes kedalam dapur yang dihuni kebanyakan oleh kaum emak-emak dengan segudang perangkat bumbu dan alat “perangnya” hanya demi menyelamatkan urusan lambung anda.

Mengapa dapur?

Mengapa emak-emak?

Hayooooo

Oleh, faisal fm

Dosen Pembuat Pusing!

Tugas dosen selain mengajar adalah membimbing mahasiswa. Bimbingan itu biasanya sering terjadi ketika mahasiswa akan menyelesaikan tugas akhir didalam perkuliahan, yaitu skripsi. Tidak semua dosen berprilaku baik, ada juga dosen yang mempunyai etika buruk dengan meminta sesuatu kepada mahasiswa dikarenakan “suatu hal” yang dijadikan sebagai imbalan telah membimbing mahasiswa.

Dosen yang mempunyai sk PNS mungkin sudah digaji oleh pemerintah, namun nyatanya dilapangan ada saja dosen yang masih kekurangan perhatian dengan cara meminta sesuatu kepada mahasiswa dalam beragam bentuk alasan.

Semoga kedepannya ada unit pelayanan untuk melaporkan kasus dosen semacam ini tanpa mendiskriminasi mahasiswa.

Faisal fm

Gambar : geralt/pixabay.com

Gnothe Seauton

Mungkin diantara kita semua, masih ada beberapa orang yang belum mengenal dirinya sendiri. Terlebih jika kita berbicara dalam konteks potensi pengembangan diri. Banyak orang yang tergolong buta dengan segala kemampuan terpendam. Tidak heran kita sering melihat ada orang yang mempunyai pekerjaan, namun pekerjaan tersebut bukan merupakan bidangnya sendiri.

Gnothe seauton” merupakan sebuah tulisan di pintu gerbang candi Athena, yang mempunyai arti “kenalilah dirimu sendiri”. Ada beberapa dari kita yang mungkin saja sudah mengenal dirinya sendiri sehingga dia selalu mengontrol prilaku untuk tetap berada pada batasan-batasan yang menurutnya baik.
Saya memiliki contoh. Misalkan kalian terkena flu, apa yang kalian kerjakan?. Pasti diantara kalian ada saja yang mencari cara untuk menyembuhkan penyakit ini dengan meminum obat, misalnya. Jika kalian sudah sembuh dari penyakit flu tersebut. lantas kalian akan melupakan penyakit itu karena merasa tubuh kalian sudah enakan. Sangat sedikit kemauan dari kalian untuk mencari tahu penyebabnya dan berusaha untuk menghindarinya. Inilah sedikit contoh menurut saya.
Dalam contoh penyakit flu tersebut. jika kita sudah mengenal diri kita dengan baik. Maka, secara tidak langsung ketika penyakit itu datang lagi, kita sudah tahu cara menyembuhkannya dalam rentang waktu penyembuhan yang sesingkat-singkatnya. Mengapa demikian?. Karena jika kita sudah mengenal diri kita dengan baik, maka penyakit flu tersebut dapat dihilangkan dengan waktu yang cepat dikarenakan kemampuan pengendalian yang tepat akurat, serta pengalaman.
Energy fisik dan batin. Ya, manusia memang memiliki kedua energy ini dikarenakan adanya perasaan yang dianugerahkan oleh Tuhan. Sudah selayaknya sebagai makhluk hidup yang bernama manusia kita wajib mengenal kemampuan fisik dan batin kita yang seperti apa. Jika kita mengasah kemampuan tersebut, otomatis kita akan ahli dibidangnya. maka dari itu.

Kenalilah dirimu sendiri.

Salam faisal fm

Gambar: pixabay

Konsep Waktu

Konsep waktu Monokronik dan polikronik

Tahukah anda konsep waktu polikronik dan monokronik?

Edward T. Hall dalam bukunya “beyond culture” halaman 14, membedakan konsep waktu dengan dua bagian, yaitu waktu monokronik (M) dan waktu polikronik (P).

Polikronik ialah orang yang menganut dan memandang, kalau waktu sebagai putaran yang akan kembali lagi. Menurut saya banyak orang Indonesia pada umumnya menganut sistem waktu polikronik ini, kenapa?,

Anggapan kita sehari-hari, waktu itu ialah sesuatu yang bisa kita kita perbaiki di lain kesempatan, sebagai contoh, seorang pelajar yang diberi tugas oleh gurunya, dan tugas tersebut dikumpul minggu depan, banyak diantara mereka yang akan menunda untuk mengerjakan hal itu diwaktu yang dekat, namun mereka cendrung mengerjakan hal itu ketika waktu mulai mepet, hasilnya tidak akan optimal, kita akan mengerjakan tugas itu dengan tergesa-gesa secepat kilat.

Polikronik juga cendrung dengan orang dengan tipe pemikiran yang santai,”santai aja broo” konsep waktu polikronik ini banyak kita jumpai ketika mahasiswa jalan dengan santai, berbeda ketika kita melihat mahasiswa di amerika, yang mayoritas menganut konsep monokronik, bahkan mereka menaiki skateboard, sepatu roda di areal kampus untuk mengejar jam kuliah dikarenakan mereka menghargai waktu, kalau kita sendiri, skateboard identic dengan gaya anakmuda masa kini.

Monokronik ialah orang yang percaya akan konsep waktu yang berjalan lurus dari masa silam kemasa depan dan memperlakukan waktu dengan sebaik mungkin.

Penganut konsep monokronik ini cendrung dengan konsep menghargai waktu dan tidak ingin melewatkan waktu dengan sia-sia, semua orang yang rata-rata menganut system ini adalah mayoritas orang eropa, mereka tidak menginginkan kalau waktu mereka terbuang dengan sia-sia dengan hal yang sepele dan tidak berguna, mereka mempergunakan waktu mereka sebaik mungkin, itulah konsep monokronik yang sebagian kecil juga sudah diterapkan di Indonesia dikalangan pebisnis.

Pentingnya kita tahu kedua konsep ini , sebagai pedoman untuk memilih konsep mana yang akan kita anut sebagai keyakinan untuk menjalani waktu kita sehari-hari, agar waktu kita tidak terbuang dengan sia-sia,

Ingat, bahwa umur itu sebentar, tidak lama. Pergunakan waktu semaksimal mungkin. Terima kasih.

Medan, faisal fm

Kutipan: buku “ilmu komunikasi” oleh Prof. Deddy Mulyana, M.A., Ph.D.
Buku “ beyond culture” oleh Edward T. Hall

Ciri-ciri penulis menurut saya

Selamat malam kawan-kawan, ibu-ibu, bapak-bapak, semua pembaca dan penikmat seni tulisan saya. Kali ini saya akan membuat sebuah tulisan yang berkenaan dengan ciri-ciri penulis menurut versi saya sendiri, dan ini bukan menurut para ahli. Ingat, ini bukan menurut para ahli.

Ciri-ciri penulis yang pertama menurut saya adalah:

  • Suka Membaca dan mengutak-atik buku.

Membaca dapat menyebabkan gangguan ingatan yang semakin banyak kita membaca, maka semakin banyak kita lupa. Namun sebaliknya, jika kita tidak membaca maka kita tidak tahu apa-apa. Sampai disini paham?. Bagi yang belum , Bilang saja paham. Membaca merupakan kegiatan yang mampu menghibur diri sendiri melalui rangsangan kosakata yang masuk kedalam isi otak kepala kita. Pilihan anda juga bisa bermacam-macam. Bisa membaca buku keras dan lembut. Maksud keras disini ialah pembahasan yang dikaji didalam buku yang merupakan karya tulis tangan professor jenius. Terserah anda mau membaca buku apa. Buku hiburan, novel, Koran, baca buku mantra pun boleh. Hahahahahah.

  • suka dengan kata-kata baru.

Pernahkah kalian membaca quote dari dinding wall social media?. Jika pernah, pasti seketika kalian pernah mengatakan bahwa quote tersebut keren. Dan kalian pura-pura senyum-senyum sendiri ketika kata-kata kutipan wall itu memang mengena dengan kenyataan hidup kalian, apalagi bagi para jomblo. Hahahahah . sori-sori, kata-kataku gak semanis jambu.

  • katanya penulis itu romantis

katanya penulis itu romantis. Hah, itukan katanya. Belum tentu kata saya seperti itu. Ya, bisa juga sih sebenarnya jika itu dikaitkan dengan keromantisan. Penulis kan memang suka dengan bahasa yang tidak biasa dan sukanya mungkin bahasa yang luar biasa. Ini bisa terjadi pada siapa saja. Terlebih hal ini bisa terjadi dengan saya. Karena saya menulis butuh waktu yang lama untuk mencari ide. Gunannya ya biar lebih ceplas-ceplos aja. Biar kena ke hati kamu.

  • kepribadian ganda. heheheh

Pasti banyak yang kesal jika saya mengatakan poin no 4 ini merupakan poin yang riskan dengan memancing keributan penulis lain. Hahahahaha. Contohnya saja penulis cerita romantic, padahal dia saja masih jomblo, adalagi penulis yang baru putus cinta, tapi dia sedang mengeluarkan buku tentang bagaimana caranya menjaga kelanggengan hubungan. Yah, memang penulis bisa dikategorikan bermuka dua juga bisa. Karena kenyataan selalu berbeda dengan realita. Hahah, kalau salah menurut anda, yah beginilah dunia kita. Dimana pendapat penulis tidak selalu sama.

Udah segitu aja dulu, jangan banyak banyak baca tulisan saya, nanti kamu kekenyangan. Karena ciri-ciri penulis yang satu lagi menurut saya adalah, ketika penulis blank. Maka dia akan melakukan jurus kata penutup seperti saya ini. Semoga kalian menjadi pembaca yang berbudi luhur. Hahahahhaah.

Terima kasih. Wassalam.

Medan, 16 oktober 2018

Faisal fm

Ciri Penulis Puisi

Ciri-ciri penulis puisi

Sebelumnya saya mengucapkan maaf beribu kali maaf jika tulisan saya ini menyindir kalian yang “merasa” terdzolimi. Rasanya plong, jika saya minta maaf duluan. Karena saya mungkin yakin banyak diantara kalian yang akan merasa tersindir dengan ciri-ciri yang saya dapati setelah melakukan pengamatan yang tidak disengaja. Langsung saja, jangan bertele-tele.

Ciri-ciri penulis puisi:

  • Berbadan langsing alias kurang berisi

Ini pengalaman pribadi ketika saya mengamati penulis puisi yang rata-rata berjenis kelamin pria. Hampir 80% penulis puisi dari 30 orang yang saya amati berbadan kurus. Ini mungkin karena faktor khayalan tingkat tinggi mereka yang merangkai kata-kata disaat bulan purnama muncul, alias tengah malam. Para penulis puisi seringkali menulis puisinya dimalam hari. Jika anda tidak percaya, silahkan lihat foto atau lukisan para penyair puisi yang dilukis pelukis handal. Pasti mereka selalu melukis dengan latar belakang suasana malam. Entah kenapa para penulis puisi sering berkhayal malam. Mungkin menurut saya mereka lebih senang ketika menulis dihadapan sang bulan dan bintang. Hahahahha. Entahlah, yang pasti para penulis puisi rata-rata berbadan slim.

  • Curhat dengan karya puisinya

Penulis puisi rata-rata melahirkan karya puisi berdasarkan pengalaman dan berdasarkan imajinasi khayalannya sendiri. Mereka juga lebih cendrung untuk menyampaikan maksud dengan per-andaian. Majas juga sudah menjadi mainan bagi mereka penulis puisi. Tak jarang juga penulis puisi curhat dan tega “memperkosa” puisinya sendiri untuk melahirkan buah hati pemikiran penulis puisi tersebut. curhat menjadi cara agar media penyalur hasrat lewat kata yang selalu jadi senjata mereka. Penulis puisi umumnya tidak suka curhat dengan manusia lewat pembicaraan. Namun lewat tulisan berupa puisi.

  • Senang jika karyanya “dihargai”

Kalau para penulis puisi tidak masuk kategori poin ketiga ini. Maka saya dapat menilai bahwa dia bukan penulis puisi masa kini. Penulis puisi sangat senang jika karyanya “dihargai” baik lewat argument, bahkan sebagian penulis puisi merasa kalau puisinya bisa jadi warisan untuk masa mendatang dengan dihargai oleh anak cucunya di masa depan. Para penulis puisi dihargai melalui karyanya, bukan dihargai dari jabatan apalagi rupanya.

  • Penulis puisi susah diatur

Ya, ini mungkin disebabkan oleh arah fikirannya yang selalu beda dengan realitas. Disuruh membeli bunga, penulis puisi akan membeli benihnya. Disuruh tidur, penulis puisi memilih berkarya. Disuruh bicara, penulis puisi memilih menata bahasa.

Kalau kalian tidak paham dengan tulisan saya ini, silahkan minum dulu. Itulah sebagian ciri-ciri yang saya ketahui.

Bagaimana dengan kalian?,

Ada yang kurang pas?,

kurang puas?.

Intinya saya sudah minta maaf. Sekian.😀

Medan, 16 oktober 2018

Faisal fm